Jadwal Lengkap Imunisasi Remaja

Jadwal Lengkap Imunisasi Remaja

Imunisasi untuk pencegahan penyakit berbahaya tidak hanya diberikan pada anak, remaja pun membutuhkan imunisasi baik yang bersifat rutin maupun imunisasi yang diberikan karena keadaan khusus. Imunisasi pada remaja merupakan hal yang penting dalam upaya pemeliharaan kekebalan tubuh tehadap berbagai macam penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun parasit dalam kehidupan menuju dewasa. Imunisasi pada remaja ini diperlukan mengingat imunitas yang mereka peroleh sebelumnya dari pemberian imunisasi lengkap sewaktu masa bayi dan anak-anak tidak dapat bertahan seumur hidup (misalnya imunitas terhadap pertussis hanya bertahan selama 5-10 tahun setelah pemberian dosis imunisasi terakhir). Selain itu, banyak morbiditas penyakit serius yang dapat terjadi pada usia remaja

Usia sekolah dan remaja merupakan periode dimana dapat terjadi paparan lingkungan yang luas dan berewsiko. Imunisasi pada usia ini pada umumnya adalah vaksinasi ulang atau booster untuk hampir semua jenis vaksinasi dasar pada usia lebih dini, diantaranya yaitu; hepatitis B, polio, varisela, hepatitis A, difteri dan tetanus (DT), influenza, pneumokokus, rubela, campak dan gondongan serta untuk pencegahan penyakit yang sering menyerang pada usia remaja, seperti HPV, Influenza.

Beberapa jenis imunisasi untuk yang direkomendasikan oleh Advirsory Committee on Immunization Practices (ACIP), Centers for Disease Control and Prevention (CDC, American Academy of Pediatric dan American Academy of Family Physicians dan institusi kesehatan internasional lainnya :

Vaksin DPaT

  • DPaT adalah vaksin untuk tetanus, diphtheria toxoids dan acellular pertussis. Selain vaksin untuk tetanus, vaksin ini juga melindungi terhadap difteri dan pertusis. Hal ini karena pertusis (batuk rejan) meningkat di kalangan remaja. Vaksin DPaT direkomendasikan untuk remaja usia 11 hingga 12 tahun untuk individu yang telah mendapat vaksinasi lengkap vaksin DTP/DTaP, serta belum menerima dosis booster tetanus dan diphtheria toxoid (Td).
  • Pada Individu berusia 13 sampai 18 tahun yang belum menerima Tdap sebaiknya mendapat vaksinasi ini.
  • DPaT sebaiknya diberikan dalam dosis tunggal Td pada suatu seri catch-up atau sebagai booster pada usia 10 sampai 18 tahun; gunakan Td untuk dosis lainnya.
    Imunisasi dengan vaksin DTaP pada remaja lebih aman diberikan DPaT.
  • Manfaat terpenting memberikan imunitas terhadap pertussis selama masa remaja karena imunitas pertussis yang didapat dari dosis lengkap vaksinasi selama anak-anak hanya bertahan selama 5-10 tahun setelah pemberian dosis terakhir. Untuk memberikan imunitas lanjutan terhadap tetanus dan difteria. Disamping itu juga untuk mengurangi reservoir pertussis dimana remaja yang menderita pertussis dapat menularkan penyakitnya pada bayi atau anak-anak. Dengan menurunnya reservoir pertussis maka akan menurunkan insidensi peyakit ini. Imunisasi ini juga untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas penyakit diphtheria, tetanus dan pertussis pada remaja. Remaja usia 11–18 tahun sebaiknya mendapat dosis tunggal Tdap dibandingkan vaksin tetanus dan diphtheria (Td) untuk booster imunisasi melawan tetanus, diphtheria, dan pertussis jika mereka telah mendapat vaksin DPT/DTaP lengkap yang direkomendasikan semasa bayi dan anak-anak (5 dosis sebelum usia 7 tahun; jika dosis keempat diberikan saat usia 7 tahun atau lebih maka tidak diperlukan dosis kelima) dan belum mendapat vaksinasi Td atau Tdap. Usia vaksinasi Tdap yang direkomendasikan yaitu 11-12 tahun.
  • Remaja usia 11–18 tahun yang mendapat Td, tapi belum mendapat DPaT, sebaiknya mendapat dosis tunggal DPaT untuk memberikan perlindungan terhadap pertussis jika mereka telah mendapat vaksinasi DTP/DTaP lengkap. Interval pemberian antara Td dan Tdap yaitu 5 tahun untuk mengurangi resiko reaksi lokal dan sistemik setelah vaksinasi Tdap. Walaupun demikian, dapat digunakan interval pemberian kurang dari 5 tahun.
  • Penyedia vaksin sebaiknya memberikan vaksinasi Tdap dan tetravalent meningococcal conjugate pada remaja usia 11–18 pada waktu yang bersamaan bila vaksin tersebut tersedia dan diindikasikan.
  • Kontraindikasi Vaksin DPaT dan Td Individu dengan riwayat reaksi alergi serius terhadap komponen vaksin (misalnya syok anafilaktik). Remaja dengan riwayat ensefalopati (koma atau kejang berkepanjangan) tidak boleh mendapat komponen vaksin pertussis sehingga mereka hanya mendapat vaksinasi Td saja dan bukan vaksinasi Tdap.

Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

Vaksin HPV diindikasikan untuk semua perempuan dari usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini melindungi terhadap HPV, virus yang menyebabkan kanker serviks dan genital warts (kulit kelamin).

Vaksin influenza

  • Vaksinasi flu sekarang dianjurkan untuk semua anak dari usia 6 bulan sampai 18 tahun.
  • Diberikan setiap tahun pada anak usia 6 bulan sampai 18 tahun.
  •  pada semua individu tidak memandang ada tidaknya faktor risiko. Diberikan 1 x intra muskuler Vaksin Human papillomavirus (HPV)
  • Di Indonesia, vaksin ini biasanya bisa diberikan kapan saja (tidak bergantung musim) yang bisa diberikan rutin setiap tahun sekali. Lebih direkomendasik pada remaja dengan gangguan asma, rinitis alergi atau sinusitis.

Vaksin hepatitis A

  • Vaksin ini digunakan untuk melindungi terhadap hepatitis A. Dua dosis vaksin diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan terpisah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit hati.
  • Remaja yang tinggal di daerah dengan sejumlah besar kasus hepatitis A harus divaksinasi. Selain itu, remaja yang bepergian ke negara-negara tertentu juga harus mendapatkan vaksin ini.

Vaksin HPV

  • Vaksin HPV yang telah beredar dibuat dengan teknologi rekombinan.
  • Vaksin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia. Terdapat 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18, Cervarix®) dan vaksin quadrivalen (tipe 6, 11, 16 dan 18, Gardasil®). Vaksin ini mempunyai efikasi 96-100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe 16/18. Vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) dan di Indonesia sudah diizinkan badan POM RI.
  • Imunisasi vaksin HPV diperuntukkan pada anak perempuan dengan usia >10 tahun. Imunisasi diberikan dengan dosis 0,5 mL secara intramuskular pada M.deltoideus, untuk vaksin HPV bivalen, imunisasi diberikan dengan jadwal 0, 1 dan 6 bulan. Sedangkan untuk vaksin HPV kuadrivalen, dengan jadwal 0, 2 dan 6.

Meningococcal conjugate vaccine (MCV)

  • Infeksi meningokok adalah infeksi invasif yang mengakibatkan meningokoksemia, dan atau meningitis. Di Indonesia belum ada data yang pasti pada anak.
  • Vaksin meningokokus dikembangkan untuk melindungi remaja terhadap bakteri meningitis.
  • Bakteri meningitis adalah infeksi serius pada otak dan tulang belakang yang membunuh sekitar 10 hingga 15 persen dari orang yang terinfeksi, bahkan dengan perawatan antibiotik. Vaksin ini juga secara rutin diberikan pada remaja usia 11 hingga 12 tahun.
  • Pencegahan diberikan kepada jemaah haji yang akan berada untuk waktu yang lama di daerah yang kecil dengan jumlah orang yang sangat banyak serta padat. Arab Saudi termasuk dalam meningitis belt dimana sering terjadi siklus epidemik Meningokokus.

Vaksin Pneumococcal Polysaccharide (PPV23)

  • Diberikan pada anak dengan kondisi medis tertentu yang mendasari, termasuk implant cochlear. Suatu vaksinasi ulang tunggal sebaiknya diberikan pada individu dengan asplenia fungsional atau anatomis maupun kondisi immunocompromise lainnya setelah usia 5 tahun.
  • Pneumokokus dapat menyebabkan penyakit pneumonia, meningitis atau bakteremia. Vaksin ini tidak secara rutin diberikan kepada remaja kebanyakan. Remaja yang mungkin membutuhkan vaksin ini adalah remaja dengan kondisi kronis tertentu, misalnya penyakit sel darah merah sabit, diabetes, penyakit jantung kronis atau penyakit paru-paru kronis.
  • Vaksin diberikan secara injeksi subkutan dalam pada remaja pada usia 11-18 tahun. Tidak dianjurkan sebagai imunisasi rutin, hanya dianjurkan pada golongan risiko tinggi. Imunisasi akan sangat dianjurkan bagi pelancong yang menuju daerah atau negara yang dikenal sebagai daerah hiperendemik atau epidemik penyakit meningokok.

Vaksin Hepatitis A (HepA)

  • Imunisasi menyebabkan terbentuknya serum neutralizing antibodies. Imunisasi hepatitis A dapat diberikan mulai usia anak ≥ 2 tahun.
  • Diberikan dua dosis vaksin dalam rentang waktu 6 bulan. Lama proteksi antibodi HVA diperkirakan menetap selama ≥ 20 tahun. Proteksi jangka panjang terjadi akibat antibody protektif yang menetap atau akibat anamnestic boosting infeksi alamiah.

Vaksin Hepatitis B (HepB)

  • Vaksin VHB yang tersedia adalah vaksin rekombinan. Pemberian dengan dosis yang sesuai rekomendasi akan membentuk respons protektif (anti HBs ≥ 10 mIU/mL) pada > 90% dewasa, bayi, anak, dan remaja. Diberikan secara intramuskular dalam. Pada remaja diberikan di regio deltoid.
  • Vaksin hepatitis B diberikan minimal sebanyak 3 kali dengan interval yang direkomendasikan adalah 1-2 bulan, antara pemberian vaksin pertama dan kedua, serta 4-12 bulan, antara pemberian vaksin kedua dan ketiga (akan memberikan respons antibodi paling optimal).
  • Catch up immunization merupakan imunisasi yang belum pernah diimunisasi atau terlambat > 1 bulan dari jadwal seharusnya. Pada imunisasi catch up ini interval imunisasi minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua, kemudian 8-16 minggu antara dosis kedua dan ketiga
  • Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga tidak dianjurkan untuk imunisasi booster.

Inactivated poliovirus vaccine (IPV)

  • Bagi anak yang telah mendapat vaksinasi IPV atau semua poliovirus oral (OPV), diperlukan dosis keempat jika dosis ketiga diberikan pada usia 4 tahun atau lebih.
    Jika OPV maupun IPV diberikan sebagai suatu serial, sebaiknya diberikan total 4 dosis, tanpa memperhitungkan usia anak saat ini.

Measles, mumps, and rubella vaccine (MMR)

  • Imunisasi campak pada remaja diberikan berupa vaksin MMR. Pemberian vaksin MMR penting untuk wanita usia subur karena komponen rubella yang ada di dalamnya dapat mencegah rubella congenital apabila wanita tersebut hamil. Vaksin ini diberikan 1 kali.
  • Jenis vaksin : Triple vaccine Measles, Mumps dan Rubella (LAV), isinya :Measles: campak Mumps: Urabe (trimovax-pasteur), Jeryl Lynn (MMR-MSD)Rubella: RA 27/73
  • Cara pemberian : SC atau IM Dosis : 0,5 cc/dosis
  • Jadual imunisasi
  • Kontra indikasi : sama dengan campak
  • Efek samping : sama dengan campak + parotitis: demam, ruam, ensefalitis parotitis,meningoensefalitis, tuli neural unilateral (tetapi dilaporkan sembuhsempurna tanpa gejala sisa).

Vaksin Varicella

  • Pemberian imunisasi varicella pada remaja yang belum pernah mendapat imunisasi diberikan imunisasi 2 kali dengan jarak pemberian selama 1 bulan sebanyak 0,5 ml.
  • Sedangkan bagi yang sebelumnya hanya mendapatkan 1 kali penyuntikan maka diperlukan pemberian kedua untuk meningkatkan imunitas. Jenis vaksin yang direkomendasikan untuk kelompok ini adalah golongan monovalen. Serokonversi didapat pada 97% individu yang divaksinasi dan sekitar 70% terlindungi apabila terpapar infeksi oleh anggota keluarga. Untuk individu berusia 7 sampai 18 tahun tanpa adanya bukti imunitas, diberikan 2 dosis jika belum pernah divaksinasi sebelumnya atau dosis kedua jika sebelumnya mereka hanya mendapat 1 dosis.

Catch-up Vaccines

  • Catch-up vaccines adalah vaksin yang diberikan pada remaja yang tidak mendapat imunisasi lengkap sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas.

Artikel Imunisasi terkait lainnya

Supported By:

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email : judarwanto@gmail.com  
http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician
We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Clinical – Editor in Chief :
Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider
Copyright © 2013, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved
About these ads

Tentang GrowUp Clinic

In 1,000 days Your Children, You can change the future. Our Children Our Future
Tulisan ini dipublikasikan di Imunisasi, Kesehatan Remaja dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s