Penanganan Terkini Mikropenis, Penis Kecil Pada Anak

Penanganan Terkini Mikropenis, Penis Kecil Pada Anak

Mikropenis atau hipogenitalism adalah suatu keadaan penis dengan bentuk normal namun dengan ukuran kurang dari 2.5 SD di bawah rerata menurut umur dan status perkembangan pubertas. Pengukuran penis dilakukan secara fully stretched, menggunakan spatula kayu yang diletakkan sejajar dengan dorsum penis dan ditekan sampai simfisis pubis. Panjang penis adalah jarak dari simfisis pubis sampai ujung glans penis dan tidak dalam keadaan ereksi. Pengobatan mikropenis terhadap 23 anak dengan rerata usia 9.6 tahun dilakukan dengan pemberian testosteron ester intramuskular setiap 3 minggu sebanyak 4 kali.

Mikropenis adalah suatu kelainan pada pria berupa pertumbuhan penis lebih kecil daripada yang seharusnya. Seorang pria dikatakan memiliki mikropenis apabila panjang penisnya kurang dari 2,5 standar deviasi rata-rata ukuran penis pria normal pada usia tertentu. Acuan ukuran yang dapat dipakai adalah apabila ukuran penis kurang dari 2 cm saat kelahiran, 2,5 cm saat berusia satu tahun, 4 cm pada masa pubertas, dan 10 cm di akhir masa pubertas atau saat dewasa. Hal ini dapat disebabkan karena faktor hormonal sejak seorang anak masih dikandung, salah satunya adalah kekurangan hormon androgen pada kehamilan dini

sumber gambar: http://www.nursingconsult.com

Definisi

Mikropenis atau hypogenitalism adalah suatu keadaan penis dengan bentuk normal namun dengan ukuran kurang dari 2,5 SD di bawah rerata menurut umur dan status perkembangan pubertas. Istilah mikropenis tidak digunakan bila terdapat kelainan morfologi penis lainnya seperti hipospadia, bentuk genital ambigus termasuk male pseudohermaphroditism.

Penis berukuran mungil atau mikropenis memang tidak bisa diperbesar jika baru disadari saat seorang pria sudah masuk usia dewasa. Tapi lain halnya bisa kondisi tersebut disadari sejak anak belum masuk pubertas. Waspada penis mungil pada anak, segera obati sebelum terlambat. Mikropenis adalah fenomena penis anak yang sangat kecil. Ukuran penis anak yang mengalami mikropneis tak lebih besar dari ibu jari. Umumnya, panjang penis pada anak yang baru lahir mencapai 3-4 cm, sedangkan pada umur 1 tahun rata-rata panjangnya mencapai 3-5 cm. Jika ukuran kurang dari ukuran normal bisa jadi anak mengalami mikropenis. Mikropenis juga bisa diamati dari turun tidaknya buah zakar atau testis. Saat seorang anak laki-laki lahir, testis biasanya akan turun ke kantung testis atau disebut skrotum. Dalam beberapa kasus, testis memang belum turun saat lahir, tapi perlahan akan turun dengan bertambahnya usia. Namun orang tua perlu khawatir bila testis si kecil belum juga turun hingga usia 2 tahun.

Penyebab

Definisi mikropenis adalah apabila panjang penis kurang dari 2.5 SD untuk usia tanpa disertai kelainan anatomik penis. Pengukuran dilakukan oleh satu orang peneliti dengan variabilitas pengukuran 0.1 cm. Setiap subyek yang memenuhi kriteria mikropenis mendapat injeksi testosteron ester 25 mg intra muskular, sebanyak 4 dosis dengan interval 3 minggu. Evaluasi dilakukan pada awal, sebelum pemberian testosteron selanjutnya dan 6 bulan pasca pemberian testoteron terakhir. Sebelum pemberian testosteron dilakukan evaluasi hormonal dengan memeriksa kadar serum FSH, LH
dan testosteron. Usia tulang diperiksa pada awal terapi dan 1 bulan setelah pengobatan terakhir. Kontrol terakhir untuk penelitian ini dilakukan setelah 6 bulan pengobatan berakhir. Selama pengobatan dilakukan pencatatan terhadap efek samping pengobatan. Perhitungan statistik dilakukan dengan menghitung Z-score panjang penis. Tidak dilakukan uji kemaknaan pada penelitian ini karena target panjang penis normal tidak ditetapkan. Respons pengobatan dilakukan secara absolut dengan membandingkan panjang penis hasil terapi dengan standar. Apabila ukuran penis telah menjadi normal maka dikatakan respons baik.

Pengukuran penis

Pengukuran dilakukan secara fully stretched length measurement . Pemeriksa memegang
glans penis antara ibu jari dan satu jari lainnya kemudian ditarik. Tangan yang satu mengukur panjang penis yang sudah ditarik, sementara spatula kayu diletakkan sejajar dengan penis sampai ke tulang pubis. Dari batas atas glans penis sampai dasar pubis dikatakan sebagai panjang penis. Preputium tidak diukur pada pengukuran panjang penis. Prosedur ini dilakukan untuk memastikan bagian penis yang terkubur dalam lemak subkutan ikut terukur sehingga tidak terjadi kesalahan diagnosis. Pengukuran dilakukan tiga kali dan rerata dari ke tiga kali pengukuran digunakan sebagai data panjang penis.

  • Penyebab pasti dari mikropenis belum diketahui secara pasti.
  • Namun ada beberapa faktor yang berpengaruh, antara lain makanan yang dikonsumsi ibu ketika mengandung anak. Makanan yang mengandung hormon estrogen (zat penggemuk pada hewan ternak) dapat memicu terjadinya mikropenis.
  • Mikropenis dapat disebabkan oleh hipogonadotropik hipogonadism , baik isolated maupun kombinasi dengan defisiensi pituitari lainnya, terutama defisiensi hormon pertumbuhan. Penyebab lainnya adalah hipogonadism primer atau bentuk incomplete androgen insensitivity syndrome. Sebagian besar mikropenis adalah idiopatik.
  • Mikropenis dapat diakibatkan oleh zat kimia yang disebut endocrine disrupter chemicals (EDC) yang dapat mengganggu atau mengubah fungsi endokrin sehingga terjadi penghambatan kerja androgen, terutama menggangu substansi yang bertanggung jawab dalam pembentukan organ seksual dan perkembangan karakteristik sekunder laki-laki. Salah satu contoh EDC adalah zat yang terdapat dalam pestisida kimia seperti diklorodifenil-trikloroetan (DDT). Zat pengganggu tersebut dapat bereaksi dengan estrogen atau reseptor androgen serta sebagai senyawa antagonis yang melawan hormon endogen. Dalam dunia kedokteran mikropenis tidak dapat disamakan dengan penis tersembunyi (concealed penis) yang diakibatkan malposisi penis (salah letak) meskipun keduanya menunjukkan abnormalitas ukuran penis. Dalam kasus seperti ini concealed penis, penis tetap memiliki badan uretral, korporal, dan kelenjar yang normal namun letaknya terhalang oleh lemak suprapubi

Penanganan

  • Aaronson merekomendasikan pemberian testosteron ester secara parenteral dengan dosis 25 mg setiap 3 minggu sejumlah 4 kali. Kontrol dilakukan 2 minggu pasca suntikan terakhir. Pada neonatus dengan mikropenis, apabila hasilnya tidak memuaskan maka dapat diulang pada usia 4-5 tahun.
  • Untuk pengobatan mikropenis, dapat ditempuh terapi hormon sejak dini, bahkan sejak bayi menggunakan intramuskular testoteron atau gel dihidrotestoteron topikal.
  • Terapi yang dilakukan sebaiknya sebelum masa pubertas atau sebelum berusia 14 tahun. Terapi diberikan 4 kali setiap 3-4 minggu dengan total sebanyak 4 suntikan.
  • Terapi ini memiliki beberapa efek samping seperi seringnya terjadi ereksi, memacu penutupan lempeng tulang, dan memacu pubertas apabila terapi diberikan secara berlebihan.
  • Apabila terapi hormon tidak berhasil dilakukan, pengobatan yang dapat ditempuh adalah bedah orchiopexy. Bedah ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor fisiologis, teknis, dan risiko apabila operasi diadakan terlalu dini. Secara fisiologis, waktu yang tempat untuk melakukan operasi ini adalah saat kelahiran hingga usia 6 bulan.
  • Usia 6-12 bulan, bayi mulai memiliki kesadaran diri dan kewaspadaan akan dipisahkan dengan ibunya. Kewaspadaan ini akan meningkat pada usia 1-3 tahun sehingga apabila anak pada usia tersebut dioperasi maka harus didampingin ibunya.
  • Pada usia 3-6 tahun, akan lebih mudah untuk melakukan operasi namun di atas usia 6 tahun, mereka mulai cemas dengan operasi kelamin yang akan dijalani. Secara teknis, orchiopexy dapat dilakukan oleh ahli pediatrik dengan bantuan bius yang baik

Daftar pustaka

  • Desai, Meena P., Vijayalakshmi Bhatia, P.S.N. Menon (2001). Pediatric Endocrine Disorders. Orient Longman Limited.
  • C L Acerini, I A Hughes (2006). “Endocrine disrupting chemicals: a new and emerging public health problem?”. Arch Dis Child 91: 633–641.
  • Kenneth L. Becker (2001). Principles and Practice of Endocrinology and Metabolism. Lippincott Williams & Wilkins.
  • Lee, O’Dea. Testes and variants of male sexual development. Dalam: Hung W, penyunting. Clinical pediatricendocrinology. St. Louis: Mosby, 1992. h. 280-90
  • Amanda Ogilvy-Stuart, Paula Midgley (2006). Practical neonatal endocrinology Page  50. Cambridge University Press.
  • Menon PS, Khatwa UA (2000). “The child with micropenis.”. Indian J Pediatr 67 (6): 455–60.
  • Kogan S J. Micropenis: etiologic and management con-siderations. Pediatric andrology 1991; 7. h. 197-207
  • Aaronson IA. Micropenis: medical and surgical implications. J of Urol 1994; 152:4-14.

.

growupclinic.com

Supported By:

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email :   http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2013, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved
About these ads

Tentang GrowUp Clinic

In 1,000 days Your Children, You can change the future. Our Children Our Future
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s