Benarkah Musik Klasik Mencerdaskan Anak ?

Benarkah Musik Klasik Mencerdaskan Anak ?

Berdasarkan riset terbaru, tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung apa yang disebut “efek Mozart”, yang menghubungkan musik klasik Mozart dengan kemampuan kognitif.   Penelitian terbaru telah mematahkan hasil riset terdahulu yang memperlihatkan hubungan antara mendengarkan musik Mozart dan peningkatan kemampuan otak.  Bahkan  Lilienfeld seorang penulis mengatakan dalam bukunya yang berjudul 50 Mitos Paling Popular, Lilienfeld menempatkan Mozart Effect pada peringkat keenam.

Kehebatan Musik Klasik

Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21. Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak sekitar abad ke-16. Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktek-praktek seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang serig didengar pada musik non-Eropa.

Hasil studi pada 1993 yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa mendengarkan musik Mozart akan meningkatkan kemampuan kognitif. Alhasil, riset ini lalu memicu para orangtua untuk memperkenalkan bayi dan anak kecilnya pada musik klasik, serta pengusaha berlomba menjualnya ke berbagai sekolah, pusat perawatan siang hari dan orangtua.

Kala itu, penelitian mereka, mengemukakan, bahwa, setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang dimainkan dengan dua piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap beberapa siswa, ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial (ruang).  Riset itu menyebar ke seluruh dunia, setelah surat kabar New York Times melansir, dengan mendengarkan musik Mozart sudah menjadi jaminan bagi anak-anak untuk memiliki bekal ilmu untuk studi di sekolah mereka. Terlebih ilmuwan lain juga mendukung temuan tersebut dengan menyatakan, musik Mozart mampu meningkatkan intelegensi anak-anak. Sejak itulah musik Mozart menjadi referensi bagi orangtua yang menginginkan anak mereka cerdas.

Bukan hanya itu yang ”mengultuskan” musik Mozart. Pada tahun 1998, Gubernur Georgia, Zell Miller juga ikut-ikutan mempublikasikan yang membuat heboh, karena setiap ibu yang baru melahirkan anak, akan menerima satu paket CD musik klasik. Pada tahun yang sama pemerintah Florida juga mewajibkan setiap pusat pendidikan anak untuk melantunkan musik klasik minimal satu jam dalam sehari.

Penelitian Terbaru

Namun, hasil kajian terbaru para ilmuwan Austria tidak menemukan bukti signifikan kalau mendengarkan musik Mozart memberi pengaruh pada kemampuan kognitif seseorang. Penelitian tersebut salah satunya dilakukan oleh  Jakob Pietschnig, ahli ilmu jiwa di University of Vienna. Penelitian terbaru itu telah mematahkan penelitian psikolog Frances H Rauscher dan rekan-rekannya dari University of California yang dipublikasikan di Journal Nature pada tahun 1993 tersebut.

Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann seperti dilansir sciencedaily.com, menamakan riset mereka dengan judul Mozart Effect. Penelitian mereka sengaja difokuskan untuk meneliti dampak musik klasik karya Mozart terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Penelitian tersebut sudah dipublikasikan di US Journal Intelligence. Namun pujian yang berlebihan untuk musik Mozart sudah berakhir. Sebelum melakukan penelitian, Jakob Pietschnig dan timnya, mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensia seseorang. Pendapat dan temuan itu kemudian mereka uji ulang dengan membuat riset terhadap 3.000 subyek penelitian.  Berdasarkan penelitian terhadap ribuan obyek penelitian  itu, Pietschnig dan timnya menyimpulkan tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spesial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.

Dalam studi paling mutakhir itu, para peneliti di University of Vienna mengadakan penelitian meta analisis yaitu meneliti berbagai peneilitan lainnya. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 40 studi dan penelitian yang tak disiarkan yang meliputi lebih dari 3.000 subyek. Kesimpulan mereka adalah tidak ada riset yang mendukung pendapat bahwa musik Mozart meningkatkan kemampuan otak anak. Secara khusus, temuan itu membantah mitos mengenai dampak peningkatan kemampuan otak di antara pendengar musik Mozart.  Para peneliti melaporkan bahwa mereka tak dapat mengonfirmasi dampak menguntungkan dari mendengarkan musik Mozart. Namun peneliti tetap menyarankan mendengarkan musik Mozart kepada setiap orang, tetapi ini tak memenuhi harapan akan peningkatan kemampuan kognitif.

Sumber :

  • Mozart’s Music Does Not Make You Smarter, Study Finds, ScienceDaily (May 10, 2010)
  • Scott O. Lilienfeld (Author), Steven Jay Lynn (Author), John Ruscio (Author), Barry L. Beyerstein (Author). 50 Great Myths of Popular Psychology: Shattering Widespread Misconceptions about Human Behavior

Supported By:

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email :  
http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician
We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Clinical – Editor in Chief :
  • Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician
  • email :
  • curriculum vitae   Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto
  • www.facebook.com/widodo.judarwanto
Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider
Copyright © 2013, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved
About these ads

Tentang GrowUp Clinic

In 1,000 days Your Children, You can change the future. Our Children Our Future
Tulisan ini dipublikasikan di **Gangguan Perkembangan - Perilaku, **Mitos dan Kontroversi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s