Pink Eye Conjunctivitis, Si Mata Belekan Yang Tidak Perlu Antibiotik

Ketika mata bayi  atau anak belekan dan sedikit merah di ujungnya, meski ringan serigkali membuat orangtua panik. Tidak tanggung-tanggung selain dokter anak juga dikonsultasikan ke dokter ahli mata. Akhirnya ke dua dokter memberi obat yang berbeda. Sedangkan orangtua yang memperhitungkan biaya dalam menangani kesehatan anak, hanya membeli obat tetes mata antibiotika sendiri langsung ke apotik. Padahal sebagian besar kasus infeksi mata tersebut adalah “Pink Eye” yang bisa disebabkan alergi, iritasi atau virus flu yang menyertai gangguan saluran napas dan tidak memerlukan pengobatan khusus seperti antibiotika tetes mata atau antibiotika minum per oral. Penanganan Pink Eye pada umumnya cukup dibersihkan kapas atau kain basah hangat yang bersih bila timbul kotoran mata.

Gangguan mata merah dan belekan paling sering dialami oleh anak-anak atau sering disebit Pink Eye. Pink eye atau conjungtivitis adalah kemerahan dan bengkak pada selaput mata yang menutupi putih mata dan selaput pada bagian dalam kelopak mata.  Pink Eye seringkali disebabkan karena virus, alergi atau iritasi. Paling kasus infeksi virus, sering gangguan ini disertai infeksi saluran napas atas lainnya seperti Common Cold, Flu atau Influenza. Pada penyakit flu yang sering mengalami tampilan gangguan mata seperti ini sering disebabkan karena virus berjenis norovirus.

Gejala Flu Yang Sering Menyertai Pink Eye

Flu biasa yang juga dikenal sebagai nasopharyngitis, rhinopharyngitis, coryza akut atau pilek adalah virus penyakit menular dari atas sistem pernapasan yang mempengaruhi terutama hidung dan mata. Beberapa virus tertentu atau anak yang mempunyai riwayat alergi khususnya sensitif mata akan dapat menimbulkan gejala Pink Eye. Gejala-gejala yang terjadi biasanya berupa batuk , sakit tenggorokan , pilek , dan demam yang biasanya akan membaik dalam 5-7 hari.  Lebih dari 200 virus yang terlibat dalam penyebab flu biasa, yang rhinoviruses adalah yang paling umum. Gejala khas adalah batuk , pilek , hidung tersumbat dan sakit tenggorokan , kadang disertai sakit otot , kelelahan , sakit kepala , dan kehilangan nafsu makan .  Sakit tenggorokan hadir dalam sekitar 40% kasus dan batuk pada sekitar 50%, ementara sakit otot terjadi pada sebagian besar penderita. Pada orang dewasa dan anak tertentu, biasanya tidak disertai demam haynya terasa meriang atau sumer Bila dikur suhu normal. Tetapi orang dan anak lainya sdengan daya tahan tubuh rendah bisa terjadi demam tinggi. Batuk biasanya ringan dibandingkan dengan yang menyertai influenza. Batuk dan demam menunjukkan kemungkinan lebih tinggi dari influenza pada orang dewasa, ada banyak kesamaan antara dua kondisi. Sejumlah virus yang menyebabkan flu biasa juga dapat mengakibatkan dalam infeksi tanpa gejala . Warna dahak atau sekresi hidung dapat bervariasi mulai dari jernih, kuning ke hijau dan tidak dapat mempresentasikan atau memprediksi penyebab virus tertentu.

Meski jarang bila disebabkan oleh bakteri, anak-anak dengan mata Pink Eye bisa menampakan kotoran mata hijau dari mata dan bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata bawah akan merah. Pada penderita konjungtivitis bakteri,  harus sering menghapus drainase dari mata anak Anda. Dalam kasus jarang seperti ini bisa diberikan antibiotika

Penyakit virus ini adalah penyakit menular yang paling sering pada manusia dengan dewasa rata-rata tertular pilek 2-3 tahun dan sedangkan pada orang dan anak tertentu khususnya penderita alergi ada yang mengalami rata-rata antara enam dan dua belas kali dalam sebulan.

Tidak Perlu Antibiotika

Tidak ada pengobatan khusus untuk Pinks Eye yang kadang disertai flu ini. pada umumnya sebagian besar disebabkan karena virus, sedangkan sebagian kecil lainnya disebabkan karena bakteri. Sebenarnya sebagian besar kasus tidak memerlukan pemberian antibiotika. Tetapi faktanya sering terjadi overdiagnosis dan overtreatment, justru sebagian  dokter memberi antibiotika tetes mata atau bahkan antibiotika minum. Seperti pada virus flu lainnya justru sebagian dokter tidak mau berspekulasi meski penyebab yang paling sering virus tetapi selalu saja diberikan antibiotika.

Konjungtivitis alergi dapat diobati dengan obat alergi yang khas, dan tetes topikal, seperti Patanol dan Alocril. Pinks Eye juga juga bisa disebabkan oleh iritasi, seperti asap dan debu. Meski jarang bila bakteri dicurigai sebagai penyebab Pik Eye mungkin memerlukan antibiotik, baik topikal tetes atau salep atau antibiotik oral jika anak memiliki lain infeksi bakteri lainnya seperti infeksi telinga.

Apa pun penyebabnya, biasanya harus sering menghapus setiap kotoran mata dengan kapas basah dengan air hangat atau kain lembab hangat dan setelah itu harus cuci tangan karena dapat menularkan ke orang lain.

Tidak seperti sakit mata merah atau conjunctivitis lainnya yang disebabkan karena virus juga. Pada penyakit mata merah atau conjunctivitis cepat sekali menular dalam kontak dekat atau satu rumah dengan infeksi mata merah yang sama. Namun pada Pink eyes sangat berbeda dengan mata merah uang disebabkan karena infeksi virus lainnya. Biasanya pada pinks eyes jarang sekali menularkan infeksi mata pada kontak dekat lainnya. Hanya saja pada orang dewasa bisa tertular gejala flu dalam bentuk ringan seperti badan pegal, sakit kepala dan bersin tetapi tidak pada gangguan mata.

Penyakit infeksi virus ini bisa  ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Infeksi pada Pin Eye ini  juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan  belum jelas betul. Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen. Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.

Referensi:

  • Am Fam Physician. 2010 Jan 15;81(2):145. Patient information. Pink eye: what you should know.
  • Pink Eye and Your Child. About.com pediatric

Artikel Terkait:

  • Waspadai, Hasil Laboratorium Positif Belum Tentu Tifus
  • Jangan Obati Hasil Laboratorium, Positif Palsu Tifus Pada Infeksi Virus dan DBD
  • Deteksi Dini dan Tanda Bahaya DBD
  • Demam Tifoid (Tifus), Manifestasi klinis dan Penanganannya
  • Waspadai Ancaman Flu Singapura atau Infeksi Mulut Kaki Tangan
  • Pink Eye Conjunctivitis, Si Mata Belekan Yang Tidak Perlu Antibiotik
  • Cacar Air, Penyakit Virus Ringan Yang Ditakuti
  • Mumps atau Penyakit Gondong, Manifestasi Klinis dan Penanganannya
  • Manfaat dan Interpretasi Hasil Laboratorium Hematologi Pada Anak
  • Fungsi dan Analisa Berbagai Pemeriksaan Laboratorium
  • Inilah 15 Jenis Pemeriksaan Laboratorium

Supported By:

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email :  
http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***

Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician
We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Clinical – Editor in Chief :
  • Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician
  • email :
  • curriculum vitae   Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto
  • www.facebook.com/widodo.judarwanto
Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider
Copyright © 2013, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved
About these ads

Tentang GrowUp Clinic

In 1,000 days Your Children, You can change the future. Our Children Our Future
Tulisan ini dipublikasikan di ***Kesehatan Tersering, ***Penyakit Anak Tersering dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s