Mengapa Bayiku Tidak Mau Minum ASI ?

Mengapa Bayiku Tidak Mau Minum ASI ?

Seringkali orangtua cemas dan panik saat bayinya menolak menyusu (nursing strike) atau tidak mau minuim ASI atau ASIP (ASI perahan).  Menolak menyusu dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan faktor penyebab. Penyebab paling sering adalah saat sedang sakit flu atau saluran cernanya sedang terganggu. Gangguan inio biasanya hanya insidentil dan terjadi hanya dalam 3-5 hari setelah itu akan membaik. Penyebab lainnya adalah gangguan oral motor. biasanya pada kondisi ini berlangsung lebih lama dibandingkan penyebab pertama tadi.

Penyebab Paling Sering

  1. Sakit Infeksi Virus Flu Saat bayi sakit infeksi virus atau flu seringkali menolak atau mogok minum ASI. Sayangnya gejala dan tanda flu pada bayi sangat ringan kadang bukan hanya orangtua sebagian dokterpun mengabaikan gejalanya. Infeksi virus atau flu pada bayi sebagian besar tidak disertai hidung meler, batuk keras atau demam. Demam dan batuk keras jarang terjadi karena refleks batuk pada bayi kadang belum sempurna. Tanda dan gejala flu ringan yang dapat diamati pada bayi adalah tangan, kaki dan badan sedikit hangat bukan demam kalau diukur biasanya normal atau kurang dari 37,5 C. Atau sebaliknya tangan dan kaki bayi teraba dingin atau anyep. Bayi kadang hidung mampet, kotoran hidung lebih banyak, bersin dan batuk sekali-sekali (bukan batuk sering dan keras) seperti tersedak saat minum susu. Pada bayi dengan bakat alergi dan hipersensitif biasanya saat flu disertai napas bunyi grok-grok atau hipersekresi bronkus. Pada penderita hipersensitif saluran cerna biasanya meningkatkan beberapa keluhan seperti perut kembung, muntah, sering ngeden (mulet), sering buang air besar, atau malam lebih rewel.
  2. Gangguan saluran Cerna. Gangguan saluran cerna pada penderita hipersensitif saluran cerna seperti sering rewel/colic malam hari, hiccups (cegukan), sering “ngeden”, sering mulet, meteorismus (kembung), muntah, sering flatus, berak berwarna hitam atau hijau, berak timbul warna darah. Lidah sering berwarna putih. BAB sering lebih 3 kali atau sebaliknya sulit BAB tidak setiap hari.  Buasanya disertai Hernia umbilikalis, scrotalis, inguinalis atau hidrokel. Gangguan ini akan meningkat dan menjadi penyebab anak tidak mauminum ASI saat terkena virus flu ringan.
  3. Rewel dikira haus padahal gangguan saluran Cerna. Bayi menangis keras bukan hanya karena haus, bila sudah minum banyak setelah satu jam masih menangis biasanya bukan karena haus. Haus terus seakan tidak pernah kenyang meskipun minum ASI sudah lama dan cukup sering. Dalam keadaan tidak haus kadang bayi menolak ASI. tetapi lebih membingungkan saat diberi dot mau. hal inilah yang dianggap ASInya kurang. Padahal penjelasannya saat bayi rewel tidak kepingin minum diberi ASi tidak mau. Tetapi saat diberi susu botol mau karena mekanisme keluarnya cairan pada ASI dan susu botol berbeda,. Pada pemberian ASI keluarnya cairan ASI harus disedot bayi baru keluar. Sedangkan pada susu botol cairan aktif keluar sendiri. Sehingga saat bayi tidak haus akan menolak ASI tetapi saat minum susu botol mesdki tidak haus akan tetap diminum karena susu aktif keluar sendiri sehingga mau tidak mau akan dihisap bayi. Hal inilah seringkali dikira ASInya kurang atau habis. Mendengar bayi yang menangis terus membuat orangtua panik. Apalagi nenek si bayi terus-menerus memerintahkan anaknya untuk menambah susu formula. Ternyata setiap tangisan bayi belum tentu haus. Dalam keadaan gangguan tertentu bayi sering menangis dan rewel. Hal ini sering dianggap haus, padahal itu adalah tanda haus palsu. Kekawatiran ASI kurang atau fobia ASI kurang adalah perasaan yang tidak benar pada ibu yang menganggap bahwa produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi. Keadaan ini terjadi karena adanya gejala-gejala tertentu pada bayi yang masih dianggap haus, padahal bayi sudah minum banyak. Gejala ini cukup menyesatkan dan dianggap bahwa bayi masih kurang minum sehingga pemberian susu formula ditambahkan. Pada akhirnya hal inilah yang seringkali menggagalkan program ASI eksklusif. Tanda haus palsu ini ditandai dengan ketidaknyamanan pada bayi ini seringkali terjadi karena rasa sakit atau gangguan pada saluran cerna bayi. Keadaan ini sering terjadi karena imaturitas saluran cerna pada bayi masih belum sempurna. Biasanya dengan pertambahan usia terutama di atas usia 3 bulan gangguan ini akan membaik. Gangguan tersebut sering terjadi pada penderita dengan bakat alergi dan hipersensitif. Gangguan pada saluran cerna dapat dianggap sebagai penyebab bila terjadi gejala bayi sering muntah atau gumoh, kembung, hiccup (cegukan), buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB lebih dari 4 kali perhari, BAB tidak tiap hari. . Kadang disertai hernia umbilikalis (benjolan pada pusar/”bodong”) bahkan juga hernia scrotalis, inguinalis karena sering ngeden. Gangguan saluran cerna karena alergi ini biasanya semakin meningkat saat malam hari. Pola diurnal malam hari ini juga terjadi pada gangguan alergi lainnya seperti napas grok-grok, batuk, asma, hidung buntu dan sebagainya. Pola ini juga berkaitan mengapa bayi sering rewel malam hari dan mengapa bayi lebih sering minta minum malam hari. Gangguan saluran cerna ini disertai lidah timbul putih seperti jamur dan bibir kering. Gangguan saluran cerna tersebut seringkali disertai gangguan hidung dan kulit. Meskipun sangat jarang sebagai penyebab tetapi popok basah, kedinginan atau udara panas bisa mengakibatkan gejala haus palsu ini timbul. Selain gejala haus palsu juga didapatkan tanda haus palsu. Tanda ini adalah gerakan dan tanda pada bayi yang sebenarnya tidak berhubungan dengan rasa haus pada bayi, tetapi dianggap bayi kurang minum. Tanda tersebut diantaranya adalah reflek sucking (bila disentuh pipi mulut mengikuti tangan seperti ingin dihisap) yang berlebihan, lidah sering menjulur-julur, memasukkan tangan ke mulut, timbul gerakan mengecap pada mulut bayi dan sebagainya. Tanda tersebut bukan merupakan rasa haus, dapat dilihat setelah minum banyak tanda tersebut masih sering dilakukan oleh bayi.
  4. Gangguan Oral Motor Pada beberapa bayi mengalami gangguan mengulum dan menyedot ASI karena faktor gangguan pada gerakan oral motor atau gangguan gerakan motorik mulut bayi. Biasanya pada bayi seperti ini sangat sensitif pada sekitar bibir dan mulutnya. Kadang bukan hanya ASI susu botopun hanya mau dengan dot yang lunak terbuaty dari karet coklat bukan yang keras. Pada kondisi seperti ini tampak biasanya bayi hanyamminum sediokit-sedikit tetapi sering. Saat minum sering istirahat kemudian minum lagi.

Penyebab Jarang

  • Puting ASI terlalu besar atau terlalu kecil atau masuk ke dalam. Pada kondisi puting ibu yang terlalu besar ataub terlalu kecil biasanya juga menyulitkan bayi untuk minum ASI. tetapi gangguan ini baisanya bukan masalah utama setelah bayi melakukan adaptasi dan melakukan berberapa tip dan cara untuk mengatasinya.
  • Sedang tumbuh gigi. Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya berlebihan, atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak nyaman.
  • Mengantuk. Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui karena mengantuk.
  • Bingung puting. Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin menolak menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara – yang sangat berbeda dengan mengisap dot.
  • Tidak mampu `mengambil’ cukup ASI untuk memenuhi kebutuhannya.
    Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI sedikit sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau lebih dalam. Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.
  • Terganggu isapannya. Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut bayi terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan menolak menyusu.
  • Dibatasi jadwal menyusunya. Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu.
  • Terganggu semburan ASI. Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama menyusu, bayi mungkin jadi frustrasi dan menolak menyusu.
  • Merasa terganggu oleh suatu perubahan. Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan ibunya, ada pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau sedang menstruasi), payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika suatu perubahan dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan langsung `mogok’ menyusu.

ARTIKEL TERKAIT:

supported by

CHILDREN GRoW UP CLINIC Yudhasmara Foundation Inspirasi Orangtua Cerdas, Tumbuhkan Anak Semakin Sehat, Kuat dan Pintar

WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND NETWORKING INFORMATION . Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

Clinical – Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO SpA, pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2012, CHILDREN GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

Tentang iklan-iklan ini

Tentang GrowUp Clinic

In 1,000 days Your Children, You can change the future. Our Children Our Future
Tulisan ini dipublikasikan di Air Susu Ibu dan Laktasi, Kesehatan Bayi, Kesehatan Tersering dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mengapa Bayiku Tidak Mau Minum ASI ?

  1. dhani berkata:

    trima kasih infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s