Inilah Penyebab Kematian Bayi Paling Sering

Penyebab Kematian Bayi Paling Sering

Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya  bayi adalah kemampuan dan keterampilan penolong persalinan, sesuai dengan pesan pertamakunci Making Pregnancy Safer (MPS) yaitu setiap persalinan hendaknya ditolong oleh tenaga kesehatanterlatih. Faktor lainnya karena kurangnya pengetahuan dan perilaku masyarakat yang tidak mengenali tandabahaya dan terlambat membawa ibu, bayi dan balita sakit ke fasilitas kesehatan.

Angka Kematian Bayi (AKB) 34/1000KH, terjadi stagnasi bila dibandingkan dengan SDKI 2003 yaitu 35 per 1000 KH. Sedangkan penyebab langsung kematian bayi adalahBayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kekurangan oksigen (asfiksia). Penyebab tidak langsung kematian ibudan bayi baru lahir adalah karena kondisi masyarakat seperti pendidikan, sosial ekonomi dan budaya. Kondisi geografi serta keadaan sarana pelayanan yang kurang siap ikut memperberat permasalahan ini.Beberapa hal tersebut mengakibatkan kondisi 3 terlambat (terlambat mengambil keputusan, terlambatsampai di tempat pelayanan dan terlambat mendapatkan pertolongan yang adekuat) dan 4 terlalu (terlalu tua, terlalu muda, terlalu banyak, terlalu rapat jarak kelahiran)

Penyebab kematian bayi baru lahir 0-6 hari

Menurut hasil Riskesdas2007, penyebab kematian bayi baru lahir 0-6 hari di Indonesia adalah

  1. gangguan pernapasan 36,9%
  2. prematuritas 32,4%
  3. sepsis 12%
  4. hipotermi 6,8%
  5. kelainan darah/ikterus 6,6% dan lain-lain.

Penyebab kematian bayi 7-28 hari adalah

  1. sepsis 20,5%
  2. kelainan kongenital 18,1%
  3. pnumonia 15,4%
  4. prematuritasdan BBLR 12,8%
  5. RDS 12,8%.

Upaya Penurunan

Upaya penurunan AKB dan AK Balita perlu memberikan perhatian yang besar pada upaya penyelematan bayi baru lahir dan penanganan penyakit infeksi (diare dan pneumonia). Untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi diperlukan kerja keras. Untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDGs) yaitu Angka Kematian Ibu (AKI)sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup (KH) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 23 per 1.000 KHpada tahun 2015, perlu upaya percepatan yang lebih besar dan kerja keras karena kondisi saat ini, AKI 307per 100.000 KH dan AKB 34 per 1.000 KH.Menurut Menkes, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya percepatan penurunanAKI dan AKB antara lain mulai tahun 2010 meluncurkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) kePuskesmas di Kabupaten/ Kota yang difokuskan pada kegiatan preventif dan promotif dalam programKesehatan Ibu dan Anak.Kematian ibu disebabkan oleh perdarahan, tekanan darah yang tinggi saat hamil (eklampsia),infeksi, persalinan macet dan komplikasi keguguran. Sedangkan penyebab langsung kematian bayi adalahBayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kekurangan oksigen (asfiksia). Penyebab tidak langsung kematian ibudan bayi baru lahir adalah karena kondisi masyarakat seperti pendidikan, sosial ekonomi dan budaya.Kondisi geografi serta keadaan sarana pelayanan yang kurang siap ikut memperberat permasalahan ini.Beberapa hal tersebut mengakibatkan kondisi 3 terlambat (terlambat mengambil keputusan, terlambatsampai di tempat pelayanan dan terlambat mendapatkan pertolongan yang adekuat) dan 4 terlalu (terlalutua, terlalu muda, terlalu banyak, terlalu rapat jarak kelahiran), tambah Menkes.Keterlambatan pengambilan keputusan di tingkat keluarga dapat dihindari apabila ibu dan keluargamengetahui tanda bahaya kehamilan dan persalinan serta tindakan yang perlu dilakukan untukmengatasinya di tingkat keluarga, ujar Menkes.Menkes menambahkan, salah satu upaya terobosan dan terbukti mampu meningkatkan indikator proksi (persalinan oleh tenaga kesehatan) dalam penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayiadalah Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Program denganmenggunakan “stiker” ini, dapat meningkatkan peran aktif suami (suami Siaga), keluarga dan masyarakatdalam merencanakan persalinan yang aman. Program ini juga meningkatkan persiapan menghadapikomplikasi pada saat kehamilan, termasuk perencanaan pemakaian alat/ obat kontrasepsi pasca persalinan.Selain itu, program P4K juga mendorong ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan, bersalin,pemeriksaan nifas dan bayi yang dilahirkan oleh tenaga kesehatan terampil termasuk skrining statusimunisasi tetanus lengkap pada setiap ibu hamil. Kaum ibu juga didorong untuk melakukan inisiasi menyusudini (IMD) dilanjutkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.“P4K berperan dalam pencapaian salah satu target program 100 hari Kementerian Kesehatan yaituterdatanya ibu hamil di 60.000 desa di seluruh Indonesia. Saat sudah terdata 3.122.000 ibu hamil di 67.712desa,” papar Menkes.Perencanaan persalinan dapat dilakukan manakala ibu, suami dan keluarga memiliki pengetahuanmengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas; asuhan perawatan ibu dan bayi; pemberian ASI; jadwal imunisasi; serta informasi lainnya. Semua informasi tersebut ada di dalam Buku KIA yang diberikankepada ibu hamil setelah didata melalui P4K. Buku KIA juga berfungsi sebagai alat pemantauanperkembangan kesehatan ibu hamil serta pemantauan pertumbuhan bayi sampai usia 5 tahun. Buku inidapat diperoleh di Puskesmas, jelas Menkes.

supported by

CHILDREN GRoW UP CLINIC Yudhasmara Foundation Inspirasi Orangtua Cerdas, Tumbuhkan Anak Semakin Sehat, Kuat dan Pintar

WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND NETWORKING INFORMATION . Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

Clinical – Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO SpA, pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2012, CHILDREN GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

Tentang iklan-iklan ini

Tentang GrowUp Clinic

In 1,000 days Your Children, You can change the future. Our Children Our Future
Tulisan ini dipublikasikan di Kesehatan Bayi, Kesehatan Tersering, Penyakit Berbahaya dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Inilah Penyebab Kematian Bayi Paling Sering

  1. fahri berkata:

    semoga pemerintah bisa mengatasi lagi angka kematian bayi di negeri ini karena itu merupakan tanggung jawab kita semua

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s