Human Papilloma Virus (HPV), Kanker Serviks dan Imunisasi

Angka kejadian kanker leher rahim menduduki urutan ke-2 diantara kanker pada perempuan setelah kanker payudara. Setiap tahun diperkirakan ada 500.000 perempuan ditemukan menderita kanker leher rahim dan 50% akan meninggal. Di tingkat dunia diperkirakan setiap dua menit ada seorang perempuan meninggal. Di Indonesia berdasar data patologi kanker leher rahim menempati urutan pertama dari kanker kanker yang terdapat baik pada perempuan, maupun gabungan perempuan dan laki-laki. Diperkirakan setiap jam atau dua jam ada seorang perempuan meninggal akibat kanker. Diperkirakan di Jakarta satu orang perempuan meninggal akibat kanker serviks setiap satu atau dua hari. Selain pap smear, langkah mencegah munculnya kanker serviks pada para wanita adalah dengan vaksinasi. Kini upaya untuk memerangi permasalahan kanker serviks semakin terbantu dengan hadirnya vaksin Human Papiloma Virus (HPV) yang dikenalkan ke tengah masyarakat.

Human Papiloma Virus (HPV)

Human Papiloma Virus (HPV) adalah yang terkait dengan kanker serviks. Sejak tahun 1976 telah dikenal HPV sebagai penyebab kanker serviks (HPV terdeteksi pada 97,7% kanker serviks). Karena itu HPV merupakan penyebab penting dalam perjalanan penyakit kanker serviks, utamanya kontak seksual. HPV tipe 16, dan 18 mendominasi tipe onkogenik (70%) sebagai tipe penyebab kanker serviks. Pada temuan selanjutnya, ternyata HPV diklasifikasikan dalam tiga klasifikasi, yaitu resiko tinggi, kemungkinan resiko tinggi dan resiko rendah.

Hingga kini lebih dari 100 genotipe yang telah dikenal, sebagiannya, terutama yang tergolong resiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks. Faktor Predisposisi kanker serviks adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan inisiasi transformasi atipik serviks dan perkembangan displasia serviks.

Faktor Resiko

  • Infeksi HPV berkaitan dengan 95% dari terjadinya kanker serviks
  • Perempuan yang merokok mempunyai resiko dua kali lebih tinggi untuk menderita kanker serviks daripada perempuan yang tidak merokok
  • Perempuan dengan mitra seksual multipel
  • Tingkat sosial ekonomi rendah mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita kanker serviks lebih tinggi untuk menderita kanker serviks daripada tingkat sosial ekonomi menengah atau tinggi

Perjalanan penyakit infeksi HPV hingga timbulnya kanker serviks invasif memerlukan waktu yang sangat panjang,dapat berlangsung 3 sampai 17 tahun kemudian, dan keadaan ini sebenarnya memberi tantangan untuk melakukan deteksi dini dengan berbagai metode yang telah dikenal populer.

Pada dasawarsa ini telah ditemukan dan diproduksi vaksin HPV yang memberikan harapan bagi upaya eradikasi kanker serviks. Saat ini sudah ada vaksin terhadap HPV tipe 6,11,16 dan 18 (kuadrivalen). Vaksin ini terbuat dari partikel yang menyerupai virus (VLPs/Virus Like Particles) diambil dari cangkangnya saja tanpa DNA. Vaksin ini diberi ajuvan untk memperkuat kerja vaksin dengan meningkatkan respon imun. VLPs terbuat dari ragi Saccharomyces cerevisiae. Vaksin yang disuntikan ke dalam tubuh akan merangsang pembentukan neutralizing antibody, virus HPV akan ditangkap oleh antibodi anti HPV sehingga tidak bisa masuk kedalam serviks, dan selain itu juga vaksin ini merangsang pembentukan sel B memori.

Vaksin ini bersifat pencegahan, bukan untuk pengobatan. Bila semua wanita dapat divaksinasi, maka ada potensi bahwa jumlah kematian akibat kanker serviks diseluruh dunia dapat turun sebanyak dua pertiganya. Karena vaksin dapat mencegah kanker serviks, maka vaksinasi dapat mengurangi biaya untuk kesehatan, biposi, dan tindakan jika seseorang terkena kanker serviks. Jadi, pada dasarnya vaksin HPV ini bermanfaat. Vaksin HPV terbukti efektif hanya jika diberikan pada orang yang belum pernah terkena infeksi HPV, karena itu dianjurkan pada saat seseorang belum aktif secara seksual.

Vaksinasi bila diperlukan pada yang sudah mendapat infeksi atau lesi prakanker hasilnya kurang efektif. Pemeriksaan skrining berkala tetap harus dilakukan. Besar harapan diletakkan pada temuan vaksin HPV ini, sehingga temuan vaksin ini dianggap sebagai incredible breaktrough abad ini. Namun demikian dalam kajian lebih lanjut, dalam pelaksanaan vaksinasi HPV kegiatan skring tetap perlu dilakukan, dan belum terjawab apakah interval skrining dapat dijarangkan.

 Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

  • Vaksin HPV diindikasikan untuk semua perempuan dari usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini melindungi terhadap HPV, virus yang menyebabkan kanker serviks dan genital warts (kulit kelamin).
  • Vaksin HPV yang telah beredar dibuat dengan teknologi rekombinan.
  • Vaksin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia. Terdapat 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18, Cervarix®) dan vaksin quadrivalen (tipe 6, 11, 16 dan 18, Gardasil®). Vaksin ini mempunyai efikasi 96-100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe 16/18. Vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) dan di Indonesia sudah diizinkan badan POM RI.
  • Imunisasi vaksin HPV diperuntukkan pada anak perempuan dengan usia >10 tahun. Imunisasi diberikan dengan dosis 0,5 mL secara intramuskular pada M.deltoideus, untuk vaksin HPV bivalen, imunisasi diberikan dengan jadwal 0, 1 dan 6 bulan. Sedangkan untuk vaksin HPV kuadrivalen, dengan jadwal 0, 2 dan 6.
  • Cara pemberian: Vaksin HPV diberikan dilengan atas daerah deltoid secara intra muskular sebanyak 0,5 ml. Vaksin disimpan pada temperatur 2-8 C, jangan disimpan di dalam freezer, karena suhu yang terlalu dingin akan merusak vaksin.

Berikut ini pedoman yang ditetapkan oleh Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia :

  • Diperlukan informasi dan persetujuan yang bersangkutan
  • Vaksin diberikan pada kelompok umur 11-55 tahun dan dapat dikelompokkan menjadi:
  • Kelompok 10-12 tahun (SD)
  • Kelompok 13-15 tahun (SMP)
  • Kelompok 16-25 tahun (SMA atau Perguruan Tinggi)
  • 26 – 55 tahun
  • Pada usia 26-55 tahun dapat diberikan setelah hasil tes Pap dan IVA negatif. Diluar itu dapat dijaring dari perempuan yang datang ke fasilitas kesehatan anak atau obstetri dan ginekologi.
  • Vaksinasi pria masih kontroversi, perlu kajian cost effectiveness
  • Vaksin dapat diberikan minimal oleh dokter
  • Pemeriksaan identifikasi DNA (Hibrid Capture) tidak diperlukan sebelum vaksinasi
  • Vaksin diberikan 3 suntikan, pada bulan 0, 1-2 bulan setelah bulan pertama, dan 6 bulan setelah penyuntikkan pertama.
  • Booster belum diperlukan (estimasi 10 tahun)
  • Perempuan dengan penyakit yang mengganggu imunitas dapat diberikan perlindungan dengan vaksin
  • Perempuan dengan riwayat terinfeksi HPV atau lesi prakanker dapat diberikan meskipun efektivitas lebih rendah
  • Dapat diberikan pada perempuan hamil dan menyusui
  • Efek samping minimal dan paling sering nyeri di tempat suntikan. Vaksin diberikan 3 suntikan, pada bulan 0, 1-2 bulan setelah bulan pertama, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama.

 

Artikel Imunisasi terkait lainnya

supported by

CHILDREN GRoW UP CLINIC Yudhasmara Foundation Inspirasi Orangtua Cerdas, Tumbuhkan Anak Semakin Sehat, Kuat dan Pintar

WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND NETWORKING INFORMATION . Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

LAYANAN KLINIK KHUSUS “CHILDREN GRoW UP CLINIC”

PROFESIONAL MEDIS “CHILDREN GRoW UP CLINIC”

  • Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation
  • Dr Widodo Judarwanto SpA, Pediatrician
  • Fisioterapis

Clinical – Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO SpA, pediatrician

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2012, CHILDREN GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

About these ads

Tentang GrowUp Clinic

In 1,000 days Your Children, You can change the future. Our Children Our Future
Tulisan ini dipublikasikan di ***Kesehatan Tersering, **Imunisasi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s